Sahabat Ummi, jangan pernah menganggap anak sendiri merepotkan,
menyebalkan, apalagi sampai menyatakan hal tersebut di depan anak dan
orang lain. Karena sesungguhnya anak adalah cerminan diri kita sendiri!
Mengatakan anak merepotkan, susah diatur, menjengkelkan, sama saja mengakui bahwa diri kita sendiri seperti itu.
Jika anak tak patuh, sulit dinasehati, sulit diberi pembelajaran,
cobalah bercermin... Jangan-jangan begitulah karakter diri kita atau
jangan-jangan hal itulah yang kita program pada diri anak.
Mungkin kita menyangkal, mana ada orangtua yang memprogram anaknya
sendiri dengan hal-hal yang tidak baik? Tapi sebenarnya hal itu mungkin
saja terjadi tanpa orangtua sadari.
Orangtua yang selalu menuruti permintaan anak, tidak tegaan menolak,
seolah-olah sedang memprogram anak untuk menjadi manja dan sulit diatur.
Orangtua yang selalu menggunakan kekerasan dalam mendidik anak, berani
main pukul atau menyakiti fisik anak, sama saja sedang memprogram anak
menjadi calon pembangkang dan apatis terhadap orangtua di kemudian hari.
Orangtua yang memaksakan kehendak pada anak, tak pernah memberi
kebebasan anak untuk memilih, selalu mendikte anak untuk begini dan
begitu, seolah sedang memprogram anak menjadi robot, yang bisa saja
kehilangan nuraninya dan sangat mungkin terjangkiti penyakit mental
tersembunyi. Naudzubillah.
Jadi, berkacalah pada putra-putri kita! Apa yang sebenarnya sedang atau
sudah kita program untuk mereka? Apakah berupa kebaikan ataukah
keburukan?
Semoga Allah memampukan kita menjadi orangtua yang semakin baik dari hari ke hari.

0 Response to "Anak adalah Cerminan Orangtua"
Post a Comment