Jika kita belanja di minimarket, pasti sering ditanya oleh kasirnya, “Uang kembaliannya Rp 200 mau disumbangkan?”
Karena itu hanya uang receh, kita mungkin dengan gampang berkata, “Ya boleh.”
Namun
tahukah Anda? Penghasilan minimarket dari uang receh seperti itu bisa
mencapai miliaran rupiah. Tragisnya, uang itu mungkin disumbangkan ke
lembaga-lembaga yang tidak kita sukai.
Sejak
beberapa tahun lalu, sering muncul info berantai mengenai penggunaan
uang receh dari minimarket ke lembaga-lembaga yang program-programnya
merugikan umat Islam.
Saya
tak bisa memberitahu apakah info itu benar atau salah. Namun jika kita
ragu, sebaiknya tolak saja tawaran untuk menyumbangkan uang receh
tersebut.
“Kok ditolak? Cuma uang receh gitu kok pelit banget?”
Ini
bukan soal pelit atau dermawan. Ini soal SIKAP. Walau hanya uang receh,
namun jika uang tersebut digunakan untuk hal-hal yang merugikan umat
misalnya, tentu kita ikut terkena dosanya, bukan?
Masa sih, kita ikut serta dalam upaya-upaya untuk merugikan umat kita sendiri?
Saya
secara pribadi nih, biasanya selalu pura2 sibuk memandang ke arah lain
ketika si kasir selesai menghitung total belanjaan. Agar dia tidak
menanyakan soal sumbangan tersebut.
Sekolah yang Dibiayai dari Uang Receh
Tanggal
22 Februari 2014 kemarin saya mengisi pelatihan penulisan untuk guru2
di Sekolah Juara, Jakarta. Sempat takjub saat berbincang dengan kepala
sekolahnya ketika sesi istirahat.
Katanya, Sekolah Juara yang merupakan milik Rumah Zakat ini didanai dari uang receh, alias uang kembalian dari Lotte Mart.
Anda yang terbiasa belanja di minimarket mungkin sering ditanyai oleh kasir, “Uang kembalian Rp 200 boleh disumbangkan?”
Rp
200 memang hanya uang receh. Tapi jika dikumpulkan, ternyata jumlahnya
bisa miliaran rupiah! Dan Sekolah Juara dibiayai dari uang receh seperti
ini.
Mendengar
penuturan sang kepala sekolah, saya takjub sekaligus kagum. Saya pun
langsung teringat pada minimarket yang juga rajin mengumpulkan uang
receh dari para pembeli.
“Karena
saya terjun langsung di situ, maka saya tahu seluk-beluknya,” ujar sang
Kepala Sekolah. “Ada minimarket yang bekerja sama dengan organisasi
yang berafiliasi dengan lembaga-lembaga yang selama ini memusuhi dakwah.
Jadi sebaiknya jangan sumbangkan uang kembalian Anda pada mereka.”
Saya
manggut-manggut. Ternyata jika uang receh dikelola dengan baik,
sebenarnya hasilnya bisa sangat luar biasa. Bisa membuat anak-anak tak
mampu bersekolah gratis, berobat gratis, dan sebagainya.
*Sumber: Islampos.com

0 Response to "Kembalian Uang Receh di Minimarket, Jangan Dianggap Remeh, BACA ini!"
Post a Comment