JAKARTA, KOMPAS.com - Warga Bukit Duri, Tebet, Jakarta
Selatan, tidak menginginkan penertiban yang akan menyasar kawasannya
berlangsung mirip dengan penertiban di Kampung Pulo. Mereka lebih
menginginkan cara yang lebih baik, dan pemerintah bisa bertemu dengan
warga untuk mencapai kesepakatan terlebih dulu.
Warga Bukit Duri, Muhridin (63), menilai bahwa penertiban yang diwarnai
kerusuhan menunjukkan belum sepakatnya warga yang ditertibkan. Padahal
mungkin jika dilakukan negosiasi lagi, warga akan sepakat direlokasi
tanpa syarat.
"Makanya saya bilang apa, ngusir setan saja kan harus dibaik-baikin dulu, masa usir orang enggak?" kata Muhridin di Bukit Duri, Selasa (25/8/2015).
Warga lainnya yang bernama Sanardi (65) mengatakan, ia sudah menempati
rumah di sana sejak 1970-an. Pria asal Tegal ini mengakui sejak awal ia
menempati bantaran sungai atas seizin RT, RW, serta lurah setempat.
"Kalau enggak ada izin mana berani tinggal di sini. Memang enggak ada
sertifikatnya, tetapi kan sudah ada izinnya," kata kakek lima cucu ini.
Sehingga ia pun menolak untuk direlokasi tanpa diberikan uang kerahiman.
Mengingat, bangunan yang ditempati, menurutnya, sudah mendapatkan izin.
Lain halnya dengan Nurhadi (54), warga lainnya. Ia mengaku akan
mengikuti saja keinginan pemerintah. "Enggak mau pindah sih sebenarnya,
tetapi kalau dipaksa mau bagaimana lagi. Kita ikut saja apa kata
pemerintah yang penting baik untuk kita semua," kata Nurhadi.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta hingga saat ini belum dapat menentukan
tanggal penggusuran pemukiman Bukit Duri. Sebab, penggusuran akan
dilakukan setelah rusun yang akan menampung warga selesai dibangun.
Namun, diperkirakan rusun akan selesai pada akhir 2016 mendatang.
Pemerintah Provinsi DKI mempersiapkan Rusunawa Cipinang Besar Selatan
(Cibesel) dan Pulogebang untuk relokasi warga Bukit Duri.
Pemerintah memastikan tidak akan memberikan uang ganti rugi bagi warga
yang tinggal di sana karena yang diduduki adalah tanah negara. Namun,
jika ada yang memiliki sertifikat tempat tinggal, pemerintah akan
membeli lahannya sesuai dengan harga appraisal.

0 Response to ""Usir Setan Saja 'Dibaik-baikin' Dulu, Masa Usir Orang Enggak?""
Post a Comment