Penjelasan
Habib Munzir Almusawa tentang siapa sebenarnya Syeik Albani yang
merupakan salahsatu ulama Wahabi Salafi dan syarat-syarat seorang yang
bisa di sebut sebagai muhaddist:
"Saudaraku yg kumuliakan,
beliau itu bukan Muhaddits, karena Muhaddits adalah orang yg mengumpulkan hadits dan menerima hadits dari para periwayat hadits, albani tidak hidup di masa itu, ia hanya menukil nukin dari sisa buku buku hadits yg ada masa kini, kita bisa lihat Imam Ahmad bin Hanbal yg hafal 1.000.000 hadits (1 juta hadits), berikut sanad dan hukum matannya, hingga digelari Huffadhudduniya (salah seorang yg paling banyak hafalan haditsnya di dunia), (rujuk Tadzkiratul Huffadh dan siyar a'lamunnubala) dan
beliau itu bukan Muhaddits, karena Muhaddits adalah orang yg mengumpulkan hadits dan menerima hadits dari para periwayat hadits, albani tidak hidup di masa itu, ia hanya menukil nukin dari sisa buku buku hadits yg ada masa kini, kita bisa lihat Imam Ahmad bin Hanbal yg hafal 1.000.000 hadits (1 juta hadits), berikut sanad dan hukum matannya, hingga digelari Huffadhudduniya (salah seorang yg paling banyak hafalan haditsnya di dunia), (rujuk Tadzkiratul Huffadh dan siyar a'lamunnubala) dan
beliau tak sempat menulis semua hadits itu, beliua hanya sempat menulis
sekitar 20.000 hadits saja, maka 980.000 hadits lainnya sirna ditelan
zaman,
Imam Bukhari hafal 600.000 hadits berikut sanad dan hukum matannya
dimasa mudanya, namun beliau hanya sempat menulis sekitar 7.000 hadits
saja pada shahih Bukhari dan beberapa kitab hadits kecil lainnya, dan
593.000 hadits lainnya sirna ditelan zaman, demikian para Muhaddits2
besar lainnya, seperti Imam Nasai, Imam Tirmidziy, Imam Abu Dawud, Imam
Muslim, Imam Ibn Majah, Imam Syafii, Imam Malik dan ratusan Muhaddits
lainnya,
Muhaddits adalah orang yg berjumpa langsung dg perawi hadits, bukan
jumpa dg buku buku, albani hanya jumpa dg sisa sisa buku hadits yg ada
masa kini.
Albani bukan pula Hujjatul Islam, yaitu gelar bagi yg telah hafal
300.000 hadits berikut sanad dan hukum matannya, bagaimana ia mau hafal
300.000 hadits, sedangkan masa kini jika semua buku hadits yg tercetak
itu dikumpulkan maka hanya mencapai kurang dari 100.000 hadits.
AL Imam Nawawi itu adalah Hujjatul islam, demikian pula Imam Ghazali, dan banyak Imam Imam Lainnya.
Albani bukan pula Alhafidh, ia tak hafal 10
0.000 hadits dengan sanad dan hukum matannya, karena ia banyak menusuk fatwa para Muhadditsin, menunjukkkan ketidak fahamannya akan hadits hadits tsb,
Albani bukan pula Alhafidh, ia tak hafal 10
0.000 hadits dengan sanad dan hukum matannya, karena ia banyak menusuk fatwa para Muhadditsin, menunjukkkan ketidak fahamannya akan hadits hadits tsb,
Abani bukan pula Almusnid, yaitu pakar hadits yg menyimpan banyak sanad
hadits yg sampai ada sanadnya masa kini, yaitu dari dirinya, dari
gurunya, dari gurunya, demikian hingga para Muhadditsin dan Rasul saw,
orang yg banyak menyimpan sanad seperti ini digelari Al Musnid,
sedangkan Albani tak punya satupun sanad hadits yg muttashil.
berkata para Muhadditsin, "Tiada ilmu tanpa sanad" maksudnya semua ilmu
hadits, fiqih, tauhid, alqur;an, mestilah ada jalur gurunya kepada
Rasulullah saw, atau kepada sahabat, atau kepada Tabiin, atau kepada
para Imam Imam, maka jika ada seorang mengaku pakar hadits dan berfatwa
namun ia tak punya sanad guru, maka fatwanya mardud (tertolak), dan
ucapannya dhoif, dan tak bisa dijadikan dalil untuk diikuti, karena
sanadnya Maqtu'.
apa pendapat anda dengan seorang manusia muncul di abad ini lalu menukil
nukil sisa sisa hadits yg tidak mencapai 10% dari hadits yg ada dimasa
itu, lalu berfatwa ini dhoif, itu dhoif.?
saya sebenarnya tak suka bicara mengenai ini, namun saya memilih
mengungkapnya ketimbang hancurnya ummat karena tipuan seorang tong
kosong."
*Sumber: facebook

0 Response to "Penjelasan Habib Munzir Almusawa Tentang Siapa Sebenarnya Syeik Albani"
Post a Comment