Bercerai, dicampakkan, dan dikhianati, merupakan beberapa ketakutan yang dimiliki setiap manusia, khususnya wanita. Meski dalam beberapa kasus, masalah tersebut hadir dengan peringatan sebelumnya, namun Anda tetap tidak akan siap untuk menghadapinya bukan? Sama halnya dengan Michelle Young, yang membagikan kisah pahitnya pada dailymail.co.uk. Pernikahan yang masih seumur jagung harus berakhir begitu saja saat sang suami mengaku bahwa ia mencintai wanita lain.
Cinta pada pandangan pertama. Itulah yang dirasakan oleh Michelle Young
saat pertama kali bertemu dengan Alan Hoffman dalam suatu kencan buta
pada Januari 2004 lalu. “Saat itu aku bekerja di Clinton Cards,
Basingstoke. Salah satu rekan kerjaku mengenal Alan dan ia
memperkenalkan kami berdua karena menurutnya kami akan sangat cocok. Aku
dan Alan pun bertemu untuk nonton film di bioskop dan makan malam.
Sebagai mantan tentara, Alan sangat supel dan percaya diri. Sementara
aku cenderung pemalu. Namun tanpa disangka, komunikasi kami berjalan
dengan baik, begitu pula dengan hubungan kami,” cerita Michelle.
Pada hari Natal tahun 2004, Alan pun melamar Michelle. “Dia memberiku
beberapa kotak dengan berbagai ukuran. Dalam kotak yang paling kecil ada
sebuah cincin emas cantik yang dihiasi 3 berlian. Aku sangat gembira
dan terharu. Saat itu yang kurasakan adalah rasa tidak sabar untuk
segera menikah dengannya,” kenangnya.
Lamaran itu terjadi 6 tahun sebelum akhirnya pasangan ini membicarakan
tentang pernikahan. “Meskipun aku sedikit gugup, namun aku sudah lama
menantikan datangnya hari ini. Alan dan aku akhirnya mengikat tali kasih
setelah 7 tahun bertunangan, maka tentu saja ini sangat penting
bagiku,” cerita Michelle. “Kami hanya mengundang 70 orang yang merupakan
keluarga dan teman dekat. Aku mempersiapkan segala sesuatunya sendiri,
termasuk membuat undangan, mendekorasi meja, dan mempersiapkan souvenir
pernikahan. Aku memilih sendiri gaun dengan potongan leher rendah.
Sementara kue pernikahan dipersiapkan oleh rekan kerjaku,” tambahnya.
Seharusnya aku sudah tahu dari awal namanya disebut, bukan?
Pada kesempatan itu pula, Alan yang bekerja di sebuah toko meminta izin
Michelle untuk mengundang teman-temannya. Menurut Michelle, Alan sering
sekali membicarakan rekan kerjanya di toko, jadi Michelle akan senang
sekali jika mereka hadir di hari spesialnya. Meskipun Michelle tidak
masalah jika Alan mengundang teman-temannya, namun ia merasakan firasat
aneh saat Alan mengatakan bahwa Gemma, salah satu rekan kerjanya juga
akan hadir.
Alan dan Michelle menikah pada September 2012, dengan 7 pengiring
pengantin wanita dan 3 pengiring pengantin pria. “Hari itu sangat
mengagumkan, terutama saat kami mengucapkan janji pernikahan di hadapan
semua tamu. Meski aku merasa sangat bahagia, namun aku juga tetap
menyadari saat beberapa kali Alan menghilang untuk bercengkerama dengan
teman-temannya, termasuk Gemma. Beberapa kali aku juga melihat Gemma
sedang melirik ke arahku. Aku mencoba untuk menyingkirkan semua pikiran
negatif. Aku berusaha meyakini bahwa ia hanya ingin bersikap ramah pada
teman-temannya. Selain itu, dia kan baru saja menikahiku,” katanya.
Namun tidak lama setelah tinta mengering di buku nikah keduanya, Alan
mulai menunjukkan perubahan sikap. Ia tampak mulai menjaga jarak dengan
Michelle, bahkan kurang tertarik dalam berhubungan suami istri. “Awalnya
aku kira itu karena ia terlalu lelah bekerja. Namun kemudian dia mulai
sering menyebutkan nama Gemma dalam percakapan kami. Mereka sangat
sering bertemu. Instingku berkata bahwa ada yang tidak beres. Aku tidak
ingin membuat masalah dengan berpikiran yang tidak-tidak, namun aku
merasa terancam oleh keberadaan Gemma.”
“Ia lebih muda, lebih langsing, dan lebih cantik dibanding aku. Aku
sangat tidak nyaman jika membayangkan mereka sedang berduaan di rumah
kami. Aku pernah menanyakan pada Alan apakah ada sesuatu di antara
mereka. Namun Alan justru menertawakan kekhawatiranku. Gemma juga sudah
punya kekasih, jadi menurut Alan lucu jika aku bertanya seperti itu.
Meski Alan terus menekankan bahwa tidak ada hubungan apa-apa antara ia
dan Gemma, tentu saja aku tetap merasa cemburu. Mau tidak mau aku
mencoba untuk memendam kekhawatiran ini dalam-dalam,” kata Michelle.
“Lalu kekhawatiranku menjadi kenyataan…”
Namun pada Januari 2013, sepulang dari kerja, Alan mengatakan pada
Michelle bahwa ada yang perlu dibicarakan. Pada kesempatan itulah Alan
mengakui bahwa ia sudah tidak mencintai Michelle lagi. “Ia mengatakan,
‘aku tidak mencintaimu lagi’, dan itu membuat hatiku hancur
berkeping-keping. Ia juga mengatakan bahwa segala sesuatunya terasa
tidak tepat kini. Usia kami terpaut cukup jauh, sehingga aku terasa
lebih cocok menjadi adik dibanding istrinya. Pengakuannya menghantamku
keras-keras, meski aku tahu itu adalah isi hatinya yang sebenarnya.
Namun dari cara bicaranya, aku tahu bahwa ia belum mengungkapkan semua
isi hatinya. Aku pun bertanya apakah ada wanita lain yang dicintainya?
Alan mengangguk. Aku bertanya lagi, apakah wanita itu Gemma? Dan Alan
mengangguk lagi. Hatiku semakin hancur,” kenang Michelle sedih.
Alan bersumpah bahwa belum ada hubungan apapun dengan Gemma. Namun ia
sudah mengakui perasaannya pada Gemma, dan Gemma mengaku bahwa ia
memiliki perasaan yang sama. Alan juga mengatakan bahwa ia ingin melihat
ke mana hubungannya dengan Gemma berjalan. “Hatiku hancur. Kami baru
saja menikah beberapa bulan, namun ia sudah meninggalkan aku demi wanita
lain. Ada begitu banyak hal yang aku pikirkan. Aku juga tidak yakin aku
bisa mempercayai apa yang ia katakan. Maksudku, bagaimana bisa kamu
meninggalkan wanita yang sudah bersamamu selama 8 tahun terakhir demi
wanita yang bahkan belum pernah kamu cium? Lebih buruknya lagi, ada
beberapa orang yang mengatakan bahwa mereka sering melihat Alan sedang
bersama Gemma. Mereka berdua selalu bersama-sama.”
Lalu apa yang dilakukan oleh Michelle selanjutnya?
Meskipun patah hati, Michelle mencoba untuk tetap menjaga martabatnya
dan menjaga hubungan baik dengan Alan. Michelle bahkan menawarkan diri
untuk keluar dari rumah itu, agar Alan tidak perlu pindah. Michelle pun
akhirnya keluar dari rumah itu dan tinggal bersama Tomi sahabatnya. Ia
masih menjaga komunikasi dengan Alan.
Beberapa bulan kemudian, Alan bercerita bahwa Gemma telah memutuskan
hubungan dengan kekasihnya, dan bahwa mereka telah bersama. Sekarang,
setelah 2 tahun berlalu, Alan masih bersama Gemma, sementara Michelle
sedang menunggu proses perceraiannya selesai.
“Aku mengalami patah hati yang luar biasa saat itu. Bagaimana tidak,
pernikahan yang aku kira baik-baik saja, ternyata tiba-tiba harus
berakhir. Kini aku sedang berusaha untuk melupakan masalah itu. Namun
saat aku melihat foto pernikahanku, dan melihat kami bertiga sedang
tersenyum ke arah kamera, hatiku masih terasa sakit,” tutupnya.
Di sisi lain, Alan membuat pengakuan yang cukup mengejutkan. Menurutnya,
hubungan antara ia dan Michelle sudah berada di ambang kehancuran
sebelum mereka menikah. Namun Alan terlalu takut untuk membatalkan
pernikahan. Ditambah Michelle sudah habis-habisan mempersiapkan
pernikahan mereka dengan total, hingga ia tidak tega untuk
membatalkannya. “Aku sudah menyukai Gemma sebelum aku menikah. Namun tak
lama setelah menikah, aku dan Gemma menyadari bahwa kami sangat saling
menyukai satu sama lain. Sampai akhirnya aku menyadari bahwa meskipun
aku telah menikah dengan Michelle, aku tidak ingin hidup bersamanya,
karena aku mencintai wanita lain,” aku Alan.
Kejam? Mungkin. Kisah ini mengingatkan saya pada pikiran yang dulu
pernah saya miliki. ‘Bagaimana jika kamu menemukan belahan jiwamu
setelah kamu menikah?’. Dan nampaknya ini yang terjadi pada Alan, masuk
akal bukan? Jika memang demikian, maka pasti Michelle juga akan segera
dipertemukan dengan belahan jiwa yang sesungguhnya. Biarlah kisah ini
tetap sekedar menjadi kisah, tanpa harus menimbulkan trauma atau
ketakutan bagi Michelle dan pembaca semua.

0 Response to "Suamiku, Semudah Inikah Aku Dicampakkan Demi Wanita Lain?"
Post a Comment